FAKULTAS PSIKOLOGI
Universitas Kristen Maranatha
JL. Prof. drg. Suria Sumantri, MPH. No.65 Bandung 40164
Jawa Barat - Indonesia
Telp. 022-2012186 (hunting) Ext.1305/1307/1308, Fax. 2017623
Follow us on :

Sejarah Fakultas

Sejarah

Pada tanggal 9 April 1964, berdirilah Perkumpulan Intelegensia Kristen sebagai upaya pemikiran mengenai masa depan para mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Immanuel. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menghubungi Universitas Kristen Indonesia Jakarta dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Ternyata, kedua universitas tersebut tidak dapat menampung mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Immanuel tersebut.

Berangkat dari kenyataan tersebut, Perkumpulan Intelegensia Kristen Bandung mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha dengan Akte Notaris Kurniati tanggal 14 Juli 1965 no.61. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha didukung oleh Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Kristen Pasundan. Sebagai tindak lanjut dari berdirinya Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, didirikanlah Universitas Kristen Maranatha pada tanggal 11 September 1965, yang terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Teknik Jurusan Sipil. Universitas Kristen Maranatha memperoleh status terdaftar di Direktur Jendral Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Republik Indonesia dengan daftar 141/B-swt/P/66. 

Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha didirikan antara lain berdasarkan pertimbangan: (1) praktis, yakni melengkapi syarat untuk menjadi universitas, serta (2) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga ahli psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha adalah Fakultas Psikologi Swasta pertama di Indonesia.

Selama kurun waktu 21 tahun perkembangan Fakultas ini kelihatan agak lamban kalau dilihat dari segi status, namun tidak aneh karena pada umumnya Perguruan Tinggi Swasta dalam dekade 70-an berkembang keras mempertahankan eksistensinya dalam situasi sosial ekonomi nasional yang sangat memprihatinkan dengan krisis ekonomi dunia dan adanya gejolak politik nasional.